Bila suatu larutan asam klorida ditambahkan suatu larutan perak nitrat, pertama-tama partikel putih halus perak klorida yang tak larut membentuk suatu endapan atau suspensi mirip sus. Setelah didiamkan lama, endapan padat turun kedasar labu persamaan berikut dapat ditulis keseimmbangan antara fase padat dari garam yang tak larut dan ion-ionnya dalam suatu larutan jenuh perak klorida, pengaruh zat padat yang tak larut AgCl(s) berapa saja adalah konstan tak bergantung pada banyaknya zat yang tak terlarut.[11]
Dengan mengetahui aturan kelarutan dan hasil kali kelarutan, kita dapat memprediksi apakah endapan akan terbentuk bila kita mencampur dua larutan atau menambahkan senyawa dapat larut kedalam larutan. Kemampuan ini sering kali mempunyai nilai praktis. Dalam proses diinsustri dan di laboratorium, kita dapat menyesuaikan konsentrasi ion sampai hasil kali ion melampaui Ksp untuk mendapatkan senyawa tertentu (dalam bentuk endapan). Kemampuan memprediksi reaksi pengendapan juga berguna dalam kodekteran. Contohnya batu ginjal, yang dapat sangat menyakitkan terutama terdiri atas kalsium oksalat, CaC2O4 (Ksp = 2,3 x 10-9). Konsentrasi fisiologis normal ion kalsium dalam plasma darah ialah sekitar mM (1 mM = 1 x 10-3 M) ion oksalat (C2O4-2) diperoleh dari asam oksalat yang ada didalam banyak sayuran seperti bayam dan rhubrah, bereaksi dengan ion kalsium membentuk kalsium oksalat yang tak larut, yang lama kelamaan dapat menumpuk dalam ginjal. Penyesuaian pasien dapat membantu mengurangi pembentukan endapan.
Sekian artikel mengenai Tetapan Hasil Kali Kelarutan Dan Reaksi Pengendapannya, yang dapat kalian jadikan acuan untuk belajar.
Lihat juga:
Kumpulan Artikel Tentang IPA (Biologi, Fisika, Kimia)